Tinta dri admin~

Disclaimer:
Segala posts yang ditulis di dalam ini adalah fictional dan tidak ada kaitan dgn yg hidup atau yg sudah mati. (Well, maybe some do) Everything that were being posted by admin are pretty much my own ideas, and what's going on in my head. (Even if it's unoriginal, admin akan credits the respective owner) So, perbuatan copy paste tanpa kebenaran adalah tidak dibenarkan sama sekali

Sabtu, 3 April 2021

Ensiklopedia Akhlak Muhammad; Bab 5 (Ihsan) Bhg H

Berprasangka Baik kepada Allah adalah Ihsan yang Paling Utama. 

Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kamu mati, kecuali dia sedang berprasangka baik kepada Allah." (HR Muslim) 
Allah SWT berfirman di dalam hadis qudsi, "Aku menurut prasangka hambaKu terhadapKu. Jika dia berprasangka baik maka (kebaikan) untuk dia dan jika dia berprasangka buruk maka (keburukan) untuk dia." (HR Ahmad; Hadis Sahih). 

Keuntungan Ihsan di Dunia dan di Akhirat. 
  • Ihsan merupakan kayu pengukur Yang mengukur tingkat kejayaan manusia dalam menjalani kehidupan ini. 
  • Orang-orang yang menjadikan ihsan sebagai jalan hidupnya merupakan orang yang paling dekat kepada hati manusia yang ada di sekitarnya. 
  • Ihsan dapat membuat sebuah masyarakat menjadi kuat, hati para anggotanya saling bertautan, dan menyebarkan cinta dan keharmonian di antara mereka. 
  • Ihsan adalah alat bagi sebuah masyarakat untuk maju dan berkembang. 
  • Ihsan adalah jalan untuk mendapatkan keberkatan terhadap umur, harta dan keluarga. 
  • Ihsan adalah jalan untuk menghidupkan rasa takut kepada Allah SWT, dan sarana untuk memperoleh rahmatNya. 
  • Ihsan adalah jalan untuk membersihkan seluruh virus jiwa, seperti kebimbangan, kesalahfahaman, buruk sangka dan seterusnya. 
  • Ihsan adalah jalan yang membantu manusia untuk meninggalkan rasa ujub kerana dalam ihsanlah niat yang jujur itu ada. 
  • Ihsan adalah jalan yang dapat memudahkan pelakunya untuk mendapatkan ilmu. Dapat memancarkan sumber hikmah kepada diri pelakunya. 
  • Membalas kebaikan atau kejahatan dengan kebaikan- dapat memadamkan api permusuhan antara manusia dan mengubahnya menjadi persahabatan yang penuh dengan keramahan, rasa cinta dan kasih sayang. Firman Allah SWT, "Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, 'Sesungguhnya aku termasuk orang-orang Muslim (yang berserah diri)'? Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia." (Fussilat [41]: 33-34)
  • Apabila kita berserah diri kepada Allah SWT disertai dengan sikap ihsan maka menghasilkan kekuatan dalam berpegang teguh kepada tali yang kuat dan tidak akan putus (al-Urwah al-Wuthqa). Firman Allah SWT, "Dan barang siapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kukuh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan." (Luqman [31]: 22)

Sumber: Ensiklopedia Akhlak Muhammad/Mausu'ah min Akhlaq ar-Rasul
(Mahmud Al-Misri/Yahya Nuriadi, 2018, Al-Hidayah House of Publishers Sdn. Bhd./Dar at-Taqwa, Kaherah, Mesir)
    


Tiada ulasan:

Catat Ulasan